Hari-hari berikutnya adalah hari yang cukup tenang. Setelah pulang dari rumah sakit aku merasa lebih baik dan lebih stabil. Namun sayang ketenangan yang terasa hanya bertahan barang sepekan saja. Aku kembali drop dan mulai sakit.
Hari-hari yang berat. Terlewati dengan susah payah setiap harinya olehku yang semakin tidak berdaya dengan tidak adanya kegiatan yang bisa dilakukan. Setiap hari hanya tidur saja acaraku, tidak ada yang lain. Paling menulis, satu-satunya hiburan yang bisa sekaligus menjadi obat penawar kesepian.
Tidak ada hari yang terlewati tanpa masalah. Hari pertama setelah teronggok tak berdaya di rumah saja aku mengamuk tak jelas, hingga mamaku menangis saking tak kuatnya menghadapi aku. Aku dijemput oleh omku dan diajak berobat ke dukun yang meyakini bahwa aku sedang kerasukan makhluk halus. Ya, aku sudah biasa dengan kebiasaan keluargaku yang menganggap hal-hal yang ku lakukan ada kaitannya dengan barang klenik yang bersifat misteri.
Hari berikutnya giliranku yang mogok makan. Saat dirumah tidak ada makanan, aku memilih makan makanan basi yang kemudian dimarahi mamaku. Entah apa yang ada di pikiranku sampai begitu malas membuat kudapan sendiri hingga memakan sisa makanan kemarin yang masih ada.
Hari-hari selanjutnya aku takluk pada obatku. Obat-obatan yang diberi dari rumah sakit memang keterlaluan efek sampingnya. Membuat selalu lemas dan mengantuk. Aku pun seharian hanya terbaring di kamar.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Maaf Ibu
Apalagi yang perlu diperjuangkan, di kala diri tak ingin beranjak Jangankan untuk sembuh, untuk menjadi lebih bermanfaat saja enggan Ibu, ...
-
Apalagi yang perlu diperjuangkan, di kala diri tak ingin beranjak Jangankan untuk sembuh, untuk menjadi lebih bermanfaat saja enggan Ibu, ...
-
Pagi yang dibenci pun datang, digeser siang penuh drama dan petang bercahaya. Aku tetap begini, tetap ingin mati. Bagaimana mungkin aku bisa...
-
Terik matahari sore mulai meredup, aku pun membereskan peralatan lukisku yang berserak di lantai balkon rumahku. Jadwal minum obat masih beb...
No comments:
Post a Comment