Hari ini tampak menyenangkan, dokter mengatakan aku keadaanku membaik. Tapi dokter juga menyarankan agar aku dipindahkan ke ruang VIP agar lebih tenang dan bisa lebih cepat pulih. Aku pun senang karena pindah kamar berarti tidak perlu makan bersama banyak orang lain, mengikuti kegiatan wajib dan lain-lain. Maka hari itu berangsur cepat berlalu, ku sempatkan untuk mengajari teman kamarku beribadah kembali.
Malam harinya sekitar pukul tujuh aku dijemput ambulan yang membawaku ke ruangan baru. Aku semangat sekali, ku ucapkan terimakasih pada perawat yang sudah merawatku selama di ruang lama. Setelah sampai aku disambut perawat dan diantar menuju kamar baru dengan pasien aku saja. Ya, VIP berarti very important person, berarti hanya aku yang menghuni kamarnya. Ada kulkas kecil dan televisi yang bebas ku pergunakan selama disana, aku senang, aku merasa privasiku dihargai daripada sebelumnya.
Hari ulang tahunku semakin dekat, aku mengatakan pada keluarga bahwa aku ingin sekali merayakannya bersama teman-temanku. Benar saja, tujuh orang temanku datang membawakanku kue tart dan hadiah, rasanya menyenangkan sekali bisa merayakan pergantian tahun kelahiran dengan orang yang ku inginkan. Makan kue yang ku bagikan pada perawat pun juga tak luput ku lewatkan dari perayaan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Maaf Ibu
Apalagi yang perlu diperjuangkan, di kala diri tak ingin beranjak Jangankan untuk sembuh, untuk menjadi lebih bermanfaat saja enggan Ibu, ...
-
Apalagi yang perlu diperjuangkan, di kala diri tak ingin beranjak Jangankan untuk sembuh, untuk menjadi lebih bermanfaat saja enggan Ibu, ...
-
Pagi yang dibenci pun datang, digeser siang penuh drama dan petang bercahaya. Aku tetap begini, tetap ingin mati. Bagaimana mungkin aku bisa...
-
Terik matahari sore mulai meredup, aku pun membereskan peralatan lukisku yang berserak di lantai balkon rumahku. Jadwal minum obat masih beb...
No comments:
Post a Comment