Tuesday, October 9, 2018

Rein, bicara pada psikolog

Aku mulai mencari-cari tulisan lamaku, aku ingat bahwa aku mulai resah sejak Juli 2018, aku menemukan bukti otentiknya. Aku pernah berada di posisi sangat rendah yakni saat aku diperbudak oleh perasaanku sendiri, oleh mood. Singkatnya aku mengalami gangguan mood yang tiba-tiba meledak karena hal menyenangkan yang tidak bisa ku kontrol adanya. Mungkin aku menerka-nerka bahwa aku sedang ada di fase manik atas penyakit bipolar yang bisa saja menyerangku.

Lalu episode berikutnya ada pada aku masuk rumah sakit jiwa. Aku jatuh tersungkur dengan keadaan kejiwaanku yang serius mengalami depresi berat. Lalu hari-hari dimana aku membaik dan kembali memburuk setelahnya. Aku berinisiatif agar bertemu dengan psikolog untuk menceritakan keadaanku.

Setelah sebulan lebih akhirnya aku mendapat jadwal 'berbicara' dengan psikolog. Dua jam persis lamanya aku menceritakan keadaanku mulai saat resah sampai saat sekarang menghadap beliau. Kemudian beliau berusaha mengertikan keadaanku dengan mencerna ceritaku dan memberi saran. Dan saat berakhir tak lupa psikolog paruh baya itu memberiku pelukan sebagai hadiah ulangtahun yang terlewat beberapa bulan. Kami berpelukan sebentar sambil tertawa. Menyenangkan sekali.

No comments:

Post a Comment

Maaf Ibu

Apalagi yang perlu diperjuangkan, di kala diri tak ingin beranjak Jangankan untuk sembuh, untuk menjadi lebih bermanfaat saja enggan Ibu, ...