Friday, January 18, 2019

Gadis Pembenci Rumah

Pikirannya hanya satu, bermain-main, ia tak perduli terhadap apapun pekerjaan rumah. Ia tak perduli ibunya mencuci baju, atau menyetrika, ia juga tak perduli keadaan rumah sedang bersih atau kotor.

Kalau tidak main ia pasti tidur, tidur saja mengistirahatkan otaknya yang tak imbang zat kimianya, baca depresi. Tak ada yang bisa mengerti keadaannya, tak satupun bisa karena dia sudah dicap sebagai pemalas kelas berat yang juga tukang tidur. Tak ada satupun yang mengerti itu.

Ia hanya memikirkan pertemuannya dengan segelintir orang yang ia punya dan bisa membuatnya sedikit tersenyum. Duduk berjam-jam di pusat perbelanjaan atau sebuah hotel untuk membicarakan sesuatu ngalor ngidul. Segelintir orang saja, beberapa orang yang sayangnya hanya perduli saat ia tak lagi sempat mengharapkan kembali karena terlalu lama membayangkan akan segera dibersamai.

Ia dan lamunan sehari-harinya. Selalu saja begitu. Kasihan sekali bukan?

Saturday, January 12, 2019

Obrolan random tentang cinta

Sebenarnya apa yang disebut cinta jika setiap harinya kamu hanya menggerutu tak tenang dan merasa sendirian? Cinta itu kata kerja, cinta bukannya duduk diam dan merasakan. Aku yang depresi pun berani mengatakan bahwa cinta adalah sebuah perbuatan yang dilakukan dua belah pihak yang melakoni cinta itu sendiri. Bukannya hanya sebelah tangan alias sepihak saja.

Hidupku gelap, aku masih depresi, tapi untuk cinta aku memilih lebih berhati-hati mengatakannya karena bisa saja ada orang yang mencintaiku tapi aku tidak. Makanya aku lebih memilih menyimpannya dalam hati lalu meluapkannya pada orang yang tepat. Sebenarnya aku juga egois, aku mencintai orang lain yang tak mencintaiku lalu mengejarnya sesekali. Aku sadar aku sangat ingin dikasihani dengan cara yang salah yakni pemaksaan yang aku sendiri juga merasakannya. Menjadi dipaksa rasanya tidak mengenakkan, mungkin aku harus belajar lebih banyak. Aku sedang dicintai orang lain yang tidak ku cintai, dia diam, walau terkadang mengatakan bahwa ia menginginkanku. Aku merasa sangat tidak enak karena aku dicintai orang lain yang boleh jadi sangat tulus, sedang aku tak menginginkannya oleh alasan yang jelas bisa diterima akalku, aku tidak menginginkannya. Jadi untuk apa repot-repot mencintaiku, bukan?

Di dunia ini sulit sekali mencintai dua arah, maksudnya saling mencintai. Aku mencintainya, tapi dia yang ku cintai bisa jadi mencintai orang lain yang juga tidak mencintainya. Sungguh sulit sekali mencari cinta yang bisa bersambut.

Maaf Ibu

Apalagi yang perlu diperjuangkan, di kala diri tak ingin beranjak Jangankan untuk sembuh, untuk menjadi lebih bermanfaat saja enggan Ibu, ...