Sedikit berbasa-basi dengan nama, Rein berarti hujan. Padahal aku tak suka air, aku sangat tidak menyukai mandi seperti pagi ini ketika terpaksa aku harus mandi agar tidak dimarahi petugas rumah sakit. Mendadak aku rindu mamaku, yg biasa menjerangkanku air hangat untuk mandi, tidak seperti sekarang dengan air yang dingin dan jam yang masih pagi.
Setelah mandi aku mengikuti kegiatan kelompok yang diadakan para perawat disana yaitu senam ringan. Aku cukup antusias menggerakkan badan sampai acara selesai. Siang itu ku habiskan waktu dengan mengikuti serangkaian kegiatan pemulihan yang ada, berdzikir, berkaraoke bersama pasien lain. Kemudian tidur siang hingga sore hari menjelang seperti hari-hari sebelumnya.
Sore harinya aku duduk di teras kamar dan melihat ada salah satu pasien yang dijenguk oleh kedua orang tuanya. Mendadak aku menangis, tangisku pecah persis saat aku pertama kali makan bersama di ruang makan dengan pasien lain. Aku ingat mamaku, aku ingin mamaku saat ini. Kekanakan sekali tapi memang beginilah aku. Aku menangis sesenggukan sampai dua orang datang mendatangiku, ternyata kedua bibiku yang menjengukku sore itu.
Setelah puas ngobrol, aku minta dibawakan sisir rambut dan kitab suci pada kedua bibiku untuk besok jika berkunjung lagi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Maaf Ibu
Apalagi yang perlu diperjuangkan, di kala diri tak ingin beranjak Jangankan untuk sembuh, untuk menjadi lebih bermanfaat saja enggan Ibu, ...
-
Apalagi yang perlu diperjuangkan, di kala diri tak ingin beranjak Jangankan untuk sembuh, untuk menjadi lebih bermanfaat saja enggan Ibu, ...
-
Pagi yang dibenci pun datang, digeser siang penuh drama dan petang bercahaya. Aku tetap begini, tetap ingin mati. Bagaimana mungkin aku bisa...
-
Terik matahari sore mulai meredup, aku pun membereskan peralatan lukisku yang berserak di lantai balkon rumahku. Jadwal minum obat masih beb...
No comments:
Post a Comment